Tamu di Pagi Hari
coretan No Comments »Pagi ini ketika mata baru saja melek dan tubuh baru saja merasakan udara pagi, seseorang datang ke rumahku. Pertama aku melihatnya dari balkon rumah sambil berkata “Siapa ya ?” Dan tak kusangka dia mengucapkan..”Apa kabar?” Dengan muka sumringahnya.
Wanita sebayaku yang kuingat-ingat wajahnya sudah mulai ada di memori kepalaku tapi Masya Allah…aku benar-benar lupa namanya. Sambil menuruni tangga kucoba mengingat-ingat nama wanita itu. Ia teman SD-ku. Ya berpuluh tahun lalu atau mungkin bertahun lalu terakhir bertemu. Namun sungguh aku lupa namanya.
Ketika sudah bertatap muka barulah aku bertanya, “Maaf, aku lupa namamu” Duh penyakit ini selalu menghampiri bila bersua dengan teman-teman lamaku. Maaf…sekali lagi maaf. Tak ada maksud untuk melupakan kalian.
Awal perjumpaan tak usahlah dipanjanglebarkan. Dan setelah berbicara kesana kemari dan bertanya sana sini, barulah aku menangkap satu kesimpulan. Dia sedang butuh bantuan. Tapi dia tidak mengemis padaku. Sama sekali tidak. Dia hanya bercerita dan aku hanya menarik kesimpulannya.
Singkat kata, aku ingin sekali menolongnya. Sangat ingin. Tapi jujur, saat ini pun kondisi ku tak memungkinkan. Banyak hal yang harus kuutamakan. Dan isi kepala ini hampir luber bagaimana mencari jalan keluar. Pusing tujuh keliling. Lah kok, dilalah, aku malah menyanggupi untuk membantu kesusahannya. Aku minta dia berusaha, aku akan bantu modalnya. Mudah sekali kata-kata itu keluar dari mulutku. Tak terpikirkan bagaimana list panjang yang sudah menunggu tindakanku.
Namun setelah melihat senyumnya yang merekah dan air mata yang tertahan, aku merasakan ini memang harus kulakukan bagaimanapun caranya. Harta tak kan pernah dibawa mati dan jalan akan selalu ada bila kita berusaha dan berdoa.
Aku tahu, Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik dalam menguraikan masalah ini satu per satu….Amin…
Never give up on something before trying…..